Sibatangkayu, Sayid dan Kesit (SSK) Optimis Menangkan Bursa PWI Jaya 2019-2024

Jakarta, FOTOAKTRIS.com.  Pantauan fotoaktris.com saat ini baru Kubu Trio “SSK”  (Sibatangkayu, Sayid Iskandar dan Kesit B. Handoyo) pada  hari Jum’at 5 April 2019, yang telah mendeklarasikan diri untuk  meenuju bursa calon Ketua PWI Jaya masa periode 2019-2024. Terdengar kabar adanya Kubu “Tohir” merupakan pesaing berat Kubu SSK yang belum mendeklarasikan dirinya.

Acara deklarasi SSK yang berlangsung di Aula Nendya Prima Rasa, di kawasan Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan,   hadir  selain kandidat  ketiga dari Kubu SSK yakni Sibatangkayu, Sayid Iskandar dan Kesit B. Handoyo, hadir pula para senior satu diantaranya adalah Tubagus. Adhi selaku Ketua Tim Sukses SSK.  

Sayid, panggilan akrab Sayid Iskandar (Matahari TV) Optimis bakal memenangkan bursa Ketua PWI Jaya periode 2019-2014 pun begitu juga Sibatangkayu (Koran Jakarta) sebagai wakil ketua PWI Jaya, berdua merasa yakin sudah mempersiapkan diri 4 bulan yang lalu untuk maju menjadi calon Ketua dan Wakil Ketua, sedangkan posisi Sekretaris PWI Jaya bakal dijabat oleh Kesit B. Handoyo (Kesit) dari media TopSkor Sport Daily.

”Kami adalah Tim yang smart.  Prinsipnya kami SSK bertiga telah merencanakan empat bulan yang lalu sudah kami persiapkan dengan matang untuk maju menjadi calon Ketua PWI Jaya” papar Kesit.  “Makanya hari ini kita deklarasikan pencalonan kami”, tambah Sayid, saat melakukan deklarasi bersama timses-nya di, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada hari Jumat (5/4/19).

 “Saat ini ter-update jumlah anggota PWI Jaya yang tercatat aktif  telah memegang / memiliki kartu identitas PWI Jaya sebanyak kurang dari 400 wartawan atau 370-an, merekalah para anggota PWI yang berhak memilih Ketua PWI Jaya periode 2019-2024. Pemilihannya akan dilakukan  pada  Konferda PWI Jaya yang akan berlangsung pada 26 April di Balai Kota Jakarta” papar Kesit menjawab pertanyaan salah satu anggota PWI Jaya bernama Berman Nainggolan. 

Lebih lanjut Sayid juga menambahkan, ” Tujuan pencalonan kami ini murni pengabdian, jadi kalau kami dipercaya menjadi ketua PWI Jaya, kami akan  mengabdi untuk PWI Jaya, agar organisasi ini kedepan menjadi lebih baik disemua lini. namanya juga PWI Jaya, jadi kita harus kembalikan Kejayaan organisasi wartawan yang kita cintai ini”, jelas Sayid.

Dalam kesempatan yang sama Tubagus Adhi yang menjadi ketua tim sukses dari trio SSK ini mengaku  paket trio SSK ini yang masih terbaik untuk memimpin PWI Jaya kedepan.

“Menurut saya trio SSK ini merupakan  kader yang terbaik untuk memimpin PWI DKI Jaya kedepan. Mereka semua orang yang sudah berpengalaman diorganisasi PWI.  Jadi kami dan segenap pendukung SSK akan bekerja keras untuk memenangkan mereka pada Konferda yang akan berlangsung 26 April nanti”, tutur Tubagus Adhi.

Sementara Kesit B. Handoyo yang selama ini kahalayak pemirsa Teve mengenal sosok beliau berprofesi pengamat dan komentator  sepak bola menjelaskan.

” Pokoknya kami bertiga solid untuk maju. Insya Allah kalau tidak ada halangan kami akan mendaftarkan pencalonan kami ke panitia Konferda pada Rabu (10/4/19) minggu depan. Mohaon Do’a restunya teman teman semua,” tambah kesit penuh percaya diri.

Dan, Sibatangkayu  menggarisbawahi soal pencalonannya. ” Saya sependapat dengan Sayid Iskandar, bahwa motivasi kami semua ini maju,  semata mata untuk tujuan pengabdian terhadap PWI Jaya.  Kami ingin PWI Jaya kedepan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jika kami terpilih, dalam kepemimpinan kami nanti kami ingin sekurang-kurangnya ada 1000 Anggota yang memiliki kartu biasa. Syukur-syukur bisa lebih”, jelas Sibatangkayu.

Solidnya Kubu trio SSK ini diperkirakan tak terbantahkan, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya dukungan dari berbagai kalangan. Baik dari kalangan wartawan Hiburan, para Senior di Siwo,   di kalangan wartawan Politik, dan juga kalangan wartawan Ekonomi dan Bisnis serta lain lainya yang bekerja di berbagai media.

” Alhamdulillah seperti yang kita saksikan dalam deklarasi ini, kami banyak didukung teman teman wartawan dari berbagai desk job, ada yang  dari wartawan Hiburan, Siwo, Politik, Ekonomi, Pariwisata dan lain lain. Jadi kami tambah yakin dan percaya diri untuk maju menjadi calon Ketua PWI Jaya”, tutup Sayid.

Ketika ditanya tentang kans-nya untuk menang, baik Sayid, Sibatangkayu maupun kesit sama sama mengaku siap menang, namun tidak memberikan gambaran prosentase kemenangannya dibanding calon Kubu pesaingnya.

” Kami yakin dan percaya diri saja, Insya Allah lah, doakan saja, selebihnya kita serahkan yang diatas” Tutup Kesit, Sayid dan Sibatangkayu, seraya memohon doa restu kepada teman teman media. (Irish-Yul)

Forum Merdeka Barat 9 : Terobosan Baru KUR di 2019

Jakarta, Fotoaktris, KementrianKomunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk Terobosan Baru KUR di 2019 di Hotel Harris Vertu, Jakarta Pusat pada Kamis, 4 April 2019 pukul 13:00-15:00 WIB.

Hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangann Kemenko Perekonomian: Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Pembiayaan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Yuana Setyawati dan Executive Vice Presiden Bisnis Kecil dan Kemitraan BRI, Hari Purnomo.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangann Kemenko Perekonomian: Iskandar Simorangkir

Diskusi mengangkat potensi perekonomian rakyat di tingkat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu fokus dari pemerintahan Presiden R.I. Joko Widodo. Sedikitnya ada 58 juta orang pelaku UMKM yang memutar roda konsumsi nasionalselama ini. Mereka tersebar di sektor formal dan lebih banyak lagi di sektor informal.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Yuana Setyawati

Sumbangan UMKM bagi perekonomian nasional tidak bisa dianggap remeh. Realisasi kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tahun 2018 mencapai sekitar 60,34%. Tahun 2019 ini bahkan diproyeksikan tumbuh sampai 65% atau sekitar Rp 2.394,5 triliun.

Sektor perdagangan masih mendominasi pelaku usaha UMKM hingga mencapai 54,4% pada tahun 2018. Porsi berikutnya dikuasai sektorpertanian, peternakan dan perkebunan sebesar 23%, sisanya adalah Jasa dan pengolahan.

Executive Vice Presiden Bisnis Kecil dan Kemitraan BRI, Hari Purnomo.

Untuk itu pemerintah terus menggenjot pertumbuhan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kebijakan ini sebagai bukti upaya pemerintah membuka akses pendanaan tambahan agar mereka semakin berkembang . Kendati realisasi penyaluran KUR sepanjang tahun 2018 telah mencapai Rp.120 triliun dengan kredit bermasalah (NPL) tercatat 0,24%, namun porsi penyaluranya masih didominasi sektor perdagangan, itu pun usaha mikro menerima pembiayaan terbesar.

 Realisasi penyaluran KUR sektor produksi ini memang naik dari pencapaian 2017 sebesar 42,3%, meski belum mampu memenuhi target yang ditetapkan dalam tahun 2018 sebesar 50%.

Mengacu pada wilayah, penyaluran KUR masih didominasi oleh pelaku usaha di pulau jawa, dengan porsi penyaluran sebesar 55% diikuti dengan pulau Sumatera sebesar 19,4% dan pulau Sulawesi sebesar 11.1%.

Sasaran KUR bukan sekadar menggelontorkan dana murah, namun juga peruntukanya tepat sasaran serta mengangkat perekonomian lokal. Diperlukan terobosan-terobosan brilian agar pelaku usaha semakin mudah mengembangakn bisnis mereka ke level lebih tinggi (Naik Kelas). Mulai tahun 2017 pemerintah mengeluarkan skema KUR khusus bagi kelompok usaha perikanan rakyat, perkebunan rakyat dan peternakan rakyat. Kelompok usaha ini bisa mendapatkan plafon pembiayaan hingga Rp. 500 juta .

Hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangann Kemenko Perekonomian: Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Pembiayaan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Yuana Setyawati dan Executive Vice Presiden Bisnis Kecil dan Kemitraan BRI, Hari Purnomo, Kamis, 4 April 2019 pukul 13:00-15:00 WIB di Hotel Harris Vertu, Jakarta Pusat

Adapun mulai tahun 2018, sektor pariwisata juga disentuh oleh kebijakan KUR ini. Skema KUR pariwisata ini di khususkan bagi usaha produktif yang mendukung bisnis turisme di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Lalu bagaimana efektivitas kebijakan KUR di tengah lesunya haraga komoditas untuk pasar ekspor?

Apakah KUR dipakai untuk mengembangakan UMKM pemula dengan pemasaran platform digital dan jasa kurir?

Bagaimana dampak dari pengurangan pajak penghasilan (Pph) bagi kinerja UMKM yang memakai dana KUR? 

Apa Rencana pemerintah dengan alokasi anggaran KUR senilai Rp 140 triliun pada tahun 2019 ini?

350 Masa AMPUH untuk yang Kedua Kalinya Kembali Gelar Aksi Tuntut Hakim PN Jaksel Agar Menolak Praperadilan Kaharudin Ongko dan Anaknya Irsandi Ongko

Fotoaktris.com, Jakarta, Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) yang terdiri dari aktivis dan masyarakat yang berjumlah sekitar 350 orang kembali galang aksi demo yang kedua kalinya di depan Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,  Jl. Ampera Raya Jakarta Selatan, Hari Kamis(4/4/2019) yang menuntut dengan tegas agar hakim tolak Praperadilan Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko karena kedua taipan ini sudah jelas terbukti mengemplang dan merampok uang triliunan BLBI.

Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) dalam aksi yang kedua kalinya, Kamis (4/4/2019) menuntut Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko tidak boleh mengajukan Prapepradilan karena hal ini sudah jelas dalam surat edaran Mahkamah Agung (SEMA No.1/2018) mengingat kedua taipan ini statusnya tersangka sekaligus buron alias DPO


Dalam aksi ke dua kalinya ini,  Koordinator Lapangan AMPUH, Andi Ullah menyatakan bahwa disinyalir ada indikasi kuat dua pengusaha hitam ini dengan mudah dapat mengajukan Praperadilan karena ada yang mem-backup.

Oleh karena itulah AMPUH meminta sekaligus menuntut Hakim untuk menolak Praperadilan Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko karena kedua Taipan ini sudah jelas terbukti mengemplang dan merampok uang triliunan BLBI dan akan mengawal kasus ini demi tegaknya hukum dan keadilan,” tegasnya.

Aksi demo yang kedua kalinya, Kamis (4/4/2019) dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) dengan membawa poster dan membentangkan spanduk berisi tulisan diantaranya, ” Hakim Harus Tolak Praperadilan Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko “.


Oleh karena itulah, AMPUH menuntut Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko tidak boleh mengajukan Prapepradilan karena hal ini sudah jelas dalam surat edaran Mahkamah Agung (SEMA No.1/2018) mengingat kedua taipan ini statusnya tersangka sekaligus buron alias DPO. Oleh karena itu, Hakim wajib menolak Praperadilan ini untuk membela yang benar bukan membela yang bayar demi tegaknya hukum dan keadilan.

350 orqng dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) pada demo yang kedua kalinya, Kamis (4/4/2019) menuntut Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko tidak boleh mengajukan Prapepradilan karena hal ini sudah jelas dalam surat edaran Mahkamah Agung (SEMA No.1/2018) mengingat kedua taipan ini statusnya tersangka sekaligus buron alias DPO.

Dalam aksi demo yang kedua kali ini yang dilakukan oleh AMPUH membentangkan spanduk berisi tulisan diantaranya, ” Hakim Harus Tolak Praperadilan Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko “, ” Tuntaskan Kasus BLBI “.(Mist/YA)

350an Masa AMPUH Gelar Aksi Tuntut Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Taipan Buron Kaharudin Ongko dan Anaknya Irsanto Ongko

350an Masa AMPUH Gelar Aksi di Depan PN Jaksel Selasa (2/4/2019). Massa membawa lembaran kertas warna hijau dan merah bertuliskan himbauan kepada hakim PN Jaksel dan membentangkan sejumlah spanduk besar bertuliskan “Hakim Harus Tolak Praperadilan Irsanto Ongko”, Hakim Tegakan Keadilan Bela Yang Benar Bukan Yang Salah”, “Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko adalah Komplotan Pengemplang Hutang Triliunan BLBI – Kembalikan Uang Rakyat”

Jakarta, masa lebih kurang 350 anggota dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Selasa siang (2/4/2019) menggelar aksinya di depan gedung PN. Jl. Ampera Raya Jaksel.Pantauan fotoaktris.com, Selasa (2/4//2019), 250an massa tersebut melakukan aksi di depan PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan. Massa membawa lembaran kertas warna hijau dan merah bertuliskan himbauan kepada hakim PN Jaksel dan membentangkan sejumlah spanduk besar bertuliskan “Hakim Harus Tolak Praperadilan Irsanto Ongko”, Hakim Tegakan Keadilan Bela Yang Benar Bukan Yang Salah”, “Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko adalah Komplotan Pengemplang Hutang Triliunan BLBI – Kembalikan Uang Rakyat”.

Orator pun terus berorasi di depan PN Jaksel. Sementara itu, polisi mengawal ketat jalannya aksi tersebut. Arus lalu lintas di depan PN Jaksel pun terpantau padat membuat arus lalu lintas agak tersendat, namun berkat kesigapan polantas yang bertugas membuat arus lalu lintas dapat berjalan dengan semestinya.

350an Massa AMPUH membawa lembaran kertas warna hijau dan merah bertuliskan himbauan kepada hakim PN Jaksel dan membentangkan sejumlah spanduk besar bertuliskan “Hakim Harus Tolak Praperadilan Irsanto Ongko”, Hakim Tegakan Keadilan Bela Yang Benar Bukan Yang Salah”, “Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko adalah Komplotan Pengemplang Hutang Triliunan BLBI – Kembalikan Uang Rakyat”.

Tersangka sekaligus buron pengemplang alias perampok uang triliunan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Kaharudin Ongko dan anaknya Irsanto Ongko mengajukan Praperadilan ke PN. padahal seorang tersangka
apalagi masuk dalam daftar Daftar Pencarian Orang (DPO) tidak dapat mengajukan Praperadilan, tersangka hal ini sudah jelas dalam surat edaran Mahkamah Agung (SEMA No. 1/2018), yaitu tentang larangan pengajuan Praperadilan bagi tersangka yang melarikan diri atau sedang dalam status DPO tidak dapat diajukan permohonan Praperadilan. Jika permohonan tetap diajukan oleh penasehat hukum atau keluarga maka hakim menjatuhkan putusan yang menyatakan permohonan praperadilan tidak dapat diterima.

Kaharudin Ongko dan anaknya Irsanto Ongko mengajukan Praperadilan ke PN. padahal seoranmg tersangka apalagi masuk dalam daftar Daftar Pencarian Orang (DPO) tidak dapat mengajukan Praperadilan, tersangka hal ini sudah jelas dalam surat edaran Mahkamah Agung (SEMA No. 1/2018), yaitu tentang larangan pengajuan Praperadilan bagi tersangka yang melarikan diri atau sedang dalam status DPO tidak dapat diajukan permohonan Praperadilan. Jika permohonan tetap diajukan oleh penasehat hukum atau keluarga maka hakim menjatuhkan putusan yang menyatakan permohonan praperadilan tidak dapat diterima.

Disinyalir ada indikasi kuat bahwa dua pengusaha hitam ini (Kaharudin Ongko dan anaknya Irsanto Ongko) dengan mudah dapat mengajukan praperadilan karena ada yang memback-up. Pun juga, integritas, netralitas dan indepidensi hakim yang akan memutuskan Praperadilan ini diragukan pelbagai pihak. Karena itulah AMPUH mengawal kasus ini demi tegaknya hukum dan keadilan. (Mist/YA)

Iwan Fals, SID, Jason Ranti, Endah M Resha & Daramuda Project Jelang Pilpres Gelar Konser “Aku Cinta” di Ecopark Ancol, Jakarta

“Kuda Lumping” Iwan Fals feat Superman is dead (SID)
Nyanyian Jiwa

Lama tak muncul musisi legendaris Iwan Fals (57) gelar konser bertajuk “Aku Cinta”, Sabtu (30/3) malam di Allianz Ecopark Ancol, Jakarta. Grup punk rock Superman Is Dead alias SID menjadi band pembuka konser musisi legendaris tanah air itu, Grup yang terdiri dari trio punk rock asal Bali itu naik panggung pukul 20.15 WIB. Tanpa basa-basi, Eka Rock, Bobby Bikul dan JRX langsung memainkan lagu pembuka.


SID sempat juga menyampaikan pesan kepada para penonton sebelum membawakan setiap lagunya. SID meminta agar masyarakat tak terpecah belah dalam beberapa hari ke depan karena menyambut pemilu.


Di bawah naungan MME Entertainment, konser bernuansa holi festival of colours atau festival of love, untuk merayakan keragaman warna manusia dengan segala perbedaanya, sebagai orang Indonesia bisa memiliki keragaman budaya dan kebebasan untuk merayakan kepercayaan masing-masing, konser ini juga berkesempatan untuk menanamkan kepentingan bhineka Tunggal Ika di NKRI.


Saat festival unsur warna diberikan bubuk/tepung warna dilemparkan panitia kepada penonton hingga menambah semarak konser pada malam tersebut. “Jangan sampai Indonesia terpecah belah karena sara bola dan sebagainya karena bukan ranah kita untuk meributkan semua, karena kita semua sebenarnya bukan lah pahlawan,” ujar Jerinx

Dalam penampilannya, Iwan Fals membawakan sejumlah lagu andalan. Antara lain, Iya atau Tidak, Ikrar, Aku Sayang Kamu, Nona, dan Nyanyian Jiwa.


Selain Iwan Fals, konser Aku Cinta juga menampilkan kolaborasi. Pelantun lagu Bento itu berbagi panggung dengan Superman Is Dead, Daramuda Project, dan Endah M Rhesa.


Daramuda Project adalah grup musik yang digawangi oleh tiga musisi cewek berbakat Indonesia: Rara Sekar, Danilla Riyadi, turut manggung di konser tersebut

(Admin-fotoaktris)

Konser Nyanyian Puisi Jodhi Yudono “Sepasang Kupu- kupu Ungu”

Musisi, Budayawan dan Jurnalis Jodhi Yudono kelahiran di Cilacap 16 Mei 1963, selain bekerja sebagai wartawan di kompas.com bahkan dirinya menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO), disela-sela kesibukanya setiap harinya diluangkan waktunya untuk menulis puisi bahkan novel. Baginya tiada hari tanpa berkesenian, musik dan puisi-puisinya tidak hanya diekspresikan di atas panggung, karya puisi-puisinya dilantunkanya di rumah kawan-kawannya yang tengah sakit, di tempat-tempat kejadian bencana bahkan mengamen di trotoar jalan bersama para sahabat jurnalisnya guna mengumpulkan dana untuk korban bencana alam.

Musisi, Budayawan dan Jurnalis Jodhi Yudono mengusung tema “Sepasang Kupu-kupu Ungu” dengan melibatkan sahabatnya; Paramitha Rusady, Ira Wibowo, Syaharani, Sha Ine Febriyanti, Harri Sabar, dan Feryanti Faisal


Jodhi mengaku ingin konsisten setiap tahun mempersembahkan cinta untuk belahan jiwanya,  Violi Nurlila,  yang meninggal pada 16 Februari 2017 silam. Tahun 2018 di Balai Soedjatmoko, Solo, Jawa Tengah tahun lalu, Jodhi menggelar konser pertamanya mengusung judul “Cerita Buat Lila“ dan konser kedua Nyanyian Puisi Jodhi digelar Sabtu16 Februari 2019 di Museum Tekstil Jakarta Pusat, mengusung mengusung tema “Sepasang Kupu-kupu Ungu” dengan melibatkan sahabatnya; Paramitha Rusady, Ira Wibowo, Syaharani, Sha Ine Febriyanti, Harri Sabar, dan Feryanti Faisal, serta Ibu-ibu cantik yang mempertagakan busana batik asli Indonesia, busana dari kain-kain koleksi almarhumah Violi. Juga ikut diperagakan.

“Sepasang kupu-kupu ungu”  adalah nyanyian puisi Jodhi Yudono berduet dengan Paramitha Rusady yang mengenakan kostum ungu layaknya kupu-kupu memakai sayap dipunggungnya “Kita (Berdua dengan Jodhi) ini kepompong yang sudah berubah menjadi dua kupu-kupu ungu” ujar Paramitha sebelum memulai nyanyianya berduet dengan Jodhi.


Kain-kain diperagakan ibu-ibu dari Komunitas Kebaya, Buku dan Kopi, mereka mengenakan kain yang berasal dari Baduy (Banten), Bali, Lombok, Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Mandar (Sulawesi Barat, Tengah, Selatan), dan dari Nusa Tenggara Timur. Peragaan kain nusantara tersebut diiringi lagu-lagu ciptaan Jodhi, yaitu “Penenun” dan “Gajeboh”, yang dibawakan oleh Jodhi dan grup musik pendukungnya.

Jodhi mengaku ingin konsisten setiap tahun mempembahkan cinta untuk belahan jiwanya,  Violi Nurlila,  yang meninggal pada 16 Februari 2017 silam.

“Sepasang kupu-kupu ungu”  adalah nyanyian puisi Jodhi Yudono berduet dengan Paramitha Rusady yang mengenakan kostum ungu layaknya kupu-kupu memakai sayap dipunggungnya “Kita (Berdua dengan Jodhi) ini kepompong yang sudah berubah menjadi dua kupu-kupu ungu” ujar Paramitha sebelum memulai nyanyianya berduet dengan Jodhi.

Sabtu, 16 Februari 2019 di Museum Tekstil Jakarta Pusat, mengusung mengusung tema “Sepasang Kupu-kupu Ungu” dengan melibatkan sahabatnya; Paramitha Rusady, Ira Wibowo, Syaharani, Sha Ine Febriyanti, Harri Sabar, dan Feryanti Faisal, serta Ibu-ibu cantik yang mempertagakan busana batik asli Indonesia, busana dari kain-kain koleksi almarhumah Violi. Juga ikut diperagakan.

Lagu-lagu nyanyian puisi lainya yang dinyanyikan antara lain, “Jogja”, “Doa”, dan “Kuseru Namamu”, Pada sebuah teluk, in Pain.  

Selain diatas panggung, karya puisi-puisi Jodhi Yudono dilantunkanya di rumah kawan-kawannya yang tengah sakit, di tempat-tempat kejadian bencana bahkan mengamen di trotoar jalan bersama para sahabat jurnalisnya guna mengumpulkan dana untuk korban bencana alam.
Bersama sahabatnya Syaharani dan Ita Kamil, Jodhi Yudono menyanyikan nyanyian puisi lagu karya Ita Kamil berjudul “In Pain”
Sebelum Jodhi Yudono bersama Paramitha Rusady menyanyikan lagu puisi “Sepasang Kupu-kupu Ungu”, Ira Wibowo membacakan puisi Judul lagu tersebut
Jodhi mengaku ingin konsisten setiap tahun mempersembahkan cinta untuk belahan jiwanya,  Violi Nurlila,  yang meninggal pada 16 Februari 2017 silam.
“Kita (Berdua dengan Jodhi) ini kepompong yang sudah berubah menjadi dua kupu-kupu ungu” ujar Paramitha sebelum memulai nyanyianya berduet dengan Jodhi.

(Admin Fotoaktris)

Sambutan Jodhi Yudono (Ketum IWO) pada Rakernas IWO pertama

Depok, Jawa barat (11/03/19) Ikatan Wartawan Online (IWO) gelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertamanya mengambil tema “Masa Depan Wartawan di Era Industri 4.0” Pelaksanaan Rakernas di gelar di Shekinah Village Kota Depok Jawa Barat tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD) dari berbagai media online se Indonesia. Senin (11/3).

Ketum IWO Jodhi Yudono mengungkapkan bahwa sejak lahir IWO sudah “digembleng” lebih dari lima tahun dalam keadaan “tiarap”. Ketika itiu “Pada 2017 kita bangkit kembali, 8-9 September 2017 musyawarah bersama (Mubes) digelar dan menjadikan saya Ketua Umum (Ketum) IWO, selama setahun lebih ini luar biasa guncangannya.

Tapi saya mengganggap itu adalah dinamika kehidupan. IWO akan tetap hidup sebagai ajang atau wadah persahabatan kita semua, saya ucapkan terima kasih kepada semua anggota IWO dari seluruh daerah/ Provinsi, ini bukti kesolidan dan kasih sayang untuk saling menguatkan di antara kita semua,” paparnya.

Di era jaman digital media online jangan dianggap sepele, kehadiran serta keberadaannya hingga kini patut diperhitungkan, tambah mas Jodhi panggilan akrabnya. “Kita harus ingatkan pada masyarakat, bahwa IWO itu tidak main-main dan media online adalah media yang patut diperhitungkan keberadaannya di mata dunia,” ujarnya.

Rakernas yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan narasumber profesional di dunia Jurnalis, di antaranya Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang serta enterpreuner muda dan influencer Edy Fajar kreator di dunia online.

Dan tak lupa pula kehadiran August Parengkuan Ketua Dewan Penasehat IWO yang juga mantan wartawan senior di Kompas Group dan mantan Duta Besar Italia serta Casmo Tatalitova mantan Ketua Wartawan Istana 1979-2003 hadir untuk membuka rakernas pertama tersebut.

Perbedaan Presiden Soekarno-Soeharto dimata wartawan senior August Parengkuan

August Parengkuan (Wartawan senior Kompas) sambutanya pada Rakernas pertama IWO (Ikatan Wartawan Online) di Shekinah Village, Depok, Jawab Barat, 11-12 Maret 2019 : “Faktor Kemanusiaan menjadi sangat penting”

Hal tersebut disampaikan oleh wartawan senior August Parengkuan pada sambutanya membuka Rapat Kerja Nasiona (RAKERNAS) Ikatan Wartawan Online (IWO) di Shekinah Village, Jl Pulo Mangga no:48, Grogol, Limo, kota Depok, Jawa Barat, Senin (11/03/19).

Tercatat sebanyak 150 pengurus dan anggota IWO dari seluruh Indonesia turut hadir dalam Rakernas yang digelar selama 2 hari, dari tanggal 11-12 Maret 2019. Agenda acara meliputi penentuan program kerja IWO dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Selain itu, agenda lainya adalah sosialisasi Kode Etik Wartawan Online (KEWO)

(admin-fotoaktris)