350an Masa AMPUH Gelar Aksi Tuntut Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Taipan Buron Kaharudin Ongko dan Anaknya Irsanto Ongko

350an Masa AMPUH Gelar Aksi di Depan PN Jaksel Selasa (2/4/2019). Massa membawa lembaran kertas warna hijau dan merah bertuliskan himbauan kepada hakim PN Jaksel dan membentangkan sejumlah spanduk besar bertuliskan “Hakim Harus Tolak Praperadilan Irsanto Ongko”, Hakim Tegakan Keadilan Bela Yang Benar Bukan Yang Salah”, “Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko adalah Komplotan Pengemplang Hutang Triliunan BLBI – Kembalikan Uang Rakyat”

Jakarta, masa lebih kurang 350 anggota dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Selasa siang (2/4/2019) menggelar aksinya di depan gedung PN. Jl. Ampera Raya Jaksel.Pantauan fotoaktris.com, Selasa (2/4//2019), 250an massa tersebut melakukan aksi di depan PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan. Massa membawa lembaran kertas warna hijau dan merah bertuliskan himbauan kepada hakim PN Jaksel dan membentangkan sejumlah spanduk besar bertuliskan “Hakim Harus Tolak Praperadilan Irsanto Ongko”, Hakim Tegakan Keadilan Bela Yang Benar Bukan Yang Salah”, “Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko adalah Komplotan Pengemplang Hutang Triliunan BLBI – Kembalikan Uang Rakyat”.

Orator pun terus berorasi di depan PN Jaksel. Sementara itu, polisi mengawal ketat jalannya aksi tersebut. Arus lalu lintas di depan PN Jaksel pun terpantau padat membuat arus lalu lintas agak tersendat, namun berkat kesigapan polantas yang bertugas membuat arus lalu lintas dapat berjalan dengan semestinya.

350an Massa AMPUH membawa lembaran kertas warna hijau dan merah bertuliskan himbauan kepada hakim PN Jaksel dan membentangkan sejumlah spanduk besar bertuliskan “Hakim Harus Tolak Praperadilan Irsanto Ongko”, Hakim Tegakan Keadilan Bela Yang Benar Bukan Yang Salah”, “Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko adalah Komplotan Pengemplang Hutang Triliunan BLBI – Kembalikan Uang Rakyat”.

Tersangka sekaligus buron pengemplang alias perampok uang triliunan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Kaharudin Ongko dan anaknya Irsanto Ongko mengajukan Praperadilan ke PN. padahal seorang tersangka
apalagi masuk dalam daftar Daftar Pencarian Orang (DPO) tidak dapat mengajukan Praperadilan, tersangka hal ini sudah jelas dalam surat edaran Mahkamah Agung (SEMA No. 1/2018), yaitu tentang larangan pengajuan Praperadilan bagi tersangka yang melarikan diri atau sedang dalam status DPO tidak dapat diajukan permohonan Praperadilan. Jika permohonan tetap diajukan oleh penasehat hukum atau keluarga maka hakim menjatuhkan putusan yang menyatakan permohonan praperadilan tidak dapat diterima.

Kaharudin Ongko dan anaknya Irsanto Ongko mengajukan Praperadilan ke PN. padahal seoranmg tersangka apalagi masuk dalam daftar Daftar Pencarian Orang (DPO) tidak dapat mengajukan Praperadilan, tersangka hal ini sudah jelas dalam surat edaran Mahkamah Agung (SEMA No. 1/2018), yaitu tentang larangan pengajuan Praperadilan bagi tersangka yang melarikan diri atau sedang dalam status DPO tidak dapat diajukan permohonan Praperadilan. Jika permohonan tetap diajukan oleh penasehat hukum atau keluarga maka hakim menjatuhkan putusan yang menyatakan permohonan praperadilan tidak dapat diterima.

Disinyalir ada indikasi kuat bahwa dua pengusaha hitam ini (Kaharudin Ongko dan anaknya Irsanto Ongko) dengan mudah dapat mengajukan praperadilan karena ada yang memback-up. Pun juga, integritas, netralitas dan indepidensi hakim yang akan memutuskan Praperadilan ini diragukan pelbagai pihak. Karena itulah AMPUH mengawal kasus ini demi tegaknya hukum dan keadilan. (Mist/YA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *